Clock

Minggu, 07 Januari 2018

Jambi + Padang Backpacker Super Hemat dari Jakarta

Halo teman-teman semua, masih dalam semangat tahun baru 2018 kali ini gw akan berbagi pengalaman saat menjelajahi dari bagian timur Pulau Sumatra hingga ke barat pulau yang biasa disebut sebagai Andalas itu.


Perjalanan kemarin itu sudah gw rencanakan sejak bulan September 2017, atau 3 bulan sebelumnya. Kebetulan dapat tiket yang harganya worth-it dari Cengkareng ke Jambi hanya Rp 420.000 tgl 30 Desember 2017 dan pulangnya gw dari Padang ke Cengkareng tgl 1 Januari 2018 itu Rp 650.000. Tentunya dengan Maskapai Singa merah dong ya, hehe 😊😊

Pertama kalinya ke Pulau Sumatra ini sebetulnya niat awalnya ke wilayah selatan, Lampung + Palembang, tapi berhubung harga tiketnya ga beda jauh yasudah akhirnya yang agak jauhan dikit aja sekalian dan mumpumg momentumnya tahun baru. Perlu diingat juga kalo gw melakukan perjalanan ini sendirian pula, jadi makin menantang diri sendiri 🙄

Akhirnya tanggal yang udah gw tunggu-tunggu akhirnya tiba juga, 30 Desember 2017 jam 04:00 pagi buta gw udah bangun untuk mandi dan menuju airport Soekarno Hatta yang sebetulnya flight masih jam 09:40 😅 sehari sebelumnya juga gw udah booking tiket Kereta Bandara Soekarno Hatta yang waktu itu masih promo Rp 30.000 aja jadi ya sekalain nyobain deh

Dari rumah jam 04:30 naik gojek ke Stasiun KRL Jurangmangu, lalu naik KRL ke Stasiun Sudirman sebetulnya, tapi ternyata jadwal KRL dan jadwal kereta bandara tidak terintegrasi dengan benar. Setibanya gw di Stasiun Tanah Abang jam 05;40 ternyata belum ada KRL arah ke Sudirman sampai 1 jam kedepan sedangakan jadwal kereta bandara yang sudah gw pesen itu adalah keberangkatan jam 06:20. Aneh kan? 😣

Akhirnya daripada menunggu yang ga pasti gitu gw naik gojek aja dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Sudirman Baru ( BNI City ), dannn sampai di Stasiun Sudirman Baru hanya tinggal 10 menit sebelum keberangkatan kereta. Nyaris! 😏

Perjalanan KA Bandara ini diisi kurang dari setenganya, penumpangnya tentu adalah yang ada flight pagi tentunya dan sekalian mencoba fasilitas infrastuktur mahal ini. Sebetulnya sih, kalo gw dari Ciputat ke bandara aja udah 1 jam perjalanan sedangkan perjalanan kereta bandara ini juga udah 1 jam perjalanan, jadi bagi yang rumahnya di Bodetabek kurang efisien dari segi waktu dan ongkos yang saat blog ini ditulis Rp 75.000/orang. Mungkin ya kereta bandara ini dikhususkan buat pekerja/business man yang ada di Jakarta

Perjalanan kereta bandara ditempuh selama 50 menit, jam 07:10 sudah sampai di Stasiun Bandara Soekarno Hatta untuk ke setiap terminal sudah disediakan APMS ( Auto People Mover Service ) yang dijalankan tanpa masinis untuk menjalankannya alias otomatis, selain itu juga gratis.


Oke skip tentang kereta bandara, sekarang kita bicara tentang suasana terminal keberangkatan yang penampilannya tetap konsisten tetap seperti ini-ini aja. Lion air keberangkatan domestik dari Terminal 1 Bandara Soekarmo Hatta. Jam boarding dibuka jam 09:10, ontime banget dan penumpang dipersilahkan naik ke pesawat dan take-off juga ontime, mungkin karena masih pagi ya. Fyi, semakin pagi penerbangan maka kemungkinan untuk delay akan semakin kecil, bahkan untuk Lion Group sekalipun yang pagi itu on-time semua.


Penerbangan selama 1 jam 10 menit cukup terasa lama karna tanpa diberikan makan dan minum, ya namanya juga penerbangam low-service jadi udah ada pramugari aja udah cukup kok, hehe.

Pesawat mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi tepat jam 11:00, dan hal pertama yang paling gw pikirkan adalah bagaimana caranya untuk bisa sampai ke pusat Kota Jambi tanpa menumpangi angkutan taksi resmi bandara yang sangat mahal, hmm, gw langsung buru-buru  nyalain smartphone dan order Grab + Gojek, baik jasa motor dan mobilnya setelah 10 menit ga ada juga yang terima gw kebingungan sedangkan di depan jarak 10 meter tukang taksi sudah berderet memaksa menanyakan mau pergi kemana dengan bahasa Melayu dialek Jambi-nya itu.


Akhirnya setelah 15 menit menunggu ada notifikasi pengemudi yang bersedia mengantarkan gw ke pusat kota. Gw pun langsung menelpon driver itu di mana enaknya untuk dijemput, dia mengarahkan untuk berjalan kali keluar bandara dan dia ada di taman sebelah kiri jalan setelah pintu keluar.

Sejauh gw jalan kaki dari bandara menuju keluar sih aman aja ga ada tukang ojek atau taksi yang menghadang, tapi ternyata begitu keluar bandara disitulah pangkalan ojek berada dan gw dipaksa tentunya, dengan halus gw pun menolak tawaran mereka dan gw lebih memilih berjalan cepat dengan gaya sok santay seolah gw udah sering di daerah itu, hehe 😅

Tapi jurus itu kurang berhasil, gw terus dibuntuti sama tukang ojek itu disaat bersamaan gojek sudah menelpon gw berkali-kali dan akhirnya tukang ojek itu menyerah saat gw makin masuk ke dalam gang yang gw bilang bahwa itu adalah rumah gw berada, hehe 😁

Disaat itu pula si gojek dengan nomor plat yang sudah gw hapal setengah berhenti hingga akhirnya dia membawa gw pergi ke pusat kota. Sesampainya gw di Pempek Asiong yang ada di tengah kota Jambi itu gw langsung setengah kesetanan untuk sarapan + makan siang di sana. Habislah semangkok tekwan dan pempek yang panas di Jambi itu.


Selesai makan, gw iseng untuk order ojek online ke Candi Muaro Jambi, yang berjarak 20an KM atau setara 45 menit perjalanan motor, setelah menunggu agak lama akhirnya ada juga gojek yang mau ngantar ke Kabupaten Muaro, tempat dimana candi bersejarah di Pulau Sumatra itu berada. Dengan girangnya gw, tapi dengan raut penuh kecurigaan dari si abang gojek yang nerima orderan gw itu antara takut dibawa kabur, kepo sama turis yang aneh dan bingung juga dimana lokasi candi itu.


Akhirnya setelah gw jelasin dari A-Z si abang bisa paham dan mau ngantar juga, tentunya dengan nego harga arah pulangnya dan tip tentunya, karena dia juga akan nungguin gw selama di kawasan candi itu. Ya selama kurang dari 1 jam hanya berada di kawasan candi itu. Cuaca di sana cukup lembab dan membuat sangat berkeringat cukup banyak. Jalanan lintas sumatra dari dan menuju kabupaten Muaro Jambi ke Kota Jambi cukup mulus dan lurus dengan aspalnya.

Sesampainya kembali ke Kota Jambi gw minta diantarnya ke kawasan Ancol. Ancol? Iya di Jambi ada juga Ancol untuk di Jambi

Sabtu, 02 Desember 2017

Pesona Tanjung Lesung dalam 1 Hari

Hari Jumat, 1 Desember 2017 ini bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, adalah hari gw pergi untuk minggat  family gathering dari kantor ke Pantai Tanjung Lesung, di Panimbang - Pandeglang.

Jumat, 1 Desember 2017, 03:30 WIB
Ya, tepat para PSK pada pulang mangkal pukul 03:30 WIB gw dan ibu sudah harus bangun untuk siap-siap berangkat ke meeting point di kantor di wilayah Kalibata, Jaksel pukul 05:00. Jarak dari rumah ke kantor yang sekitar 40 menit tanpa macet memaksa gw, ibu dan teman kantor yang juga rumahnya deket rumah gw harus berangkat jam 04:15 😣😥.

Jam 05:30 kita semua udah berkumpul di meeting point untuk memulai perjalanan kita menuju Pantai Tanjung Lesung, tapi setelah melewati jembatan shiratal mustaqim banyak drama menunggu orang kantor yang harus kita tunggu yang dia ngekos 100 meter dari meeting point keberangkatan 😏 akhirnya kita lepas landas langsung menuju arah Pancoran untuk masuk Tol Dalam Kota arah Tomang

4,5 Jam Perjalanan

Dari Kalibata kita berangkat jam 06:15 dan tiba di Pantai Tanjung Lesung jam 10:40. Overall, perjalanan menuju arah barat tidak semacet ke arah timur ( Bandung ) atau arah selatan ( Puncak - Sukabumi - Cianjur ) dari arah Jakarta disaat long weekend seperti ini. Bus melaju dengan kecepatan menengah dan sekali berhenti di SPBU di Kota Cilegon selama 30 menit, ini berarti kalo bus melaju kencang dan tanpa istirahat kira-kira waktu tempuh bisa ditempuh hanya dalam 3,5 jam saja. Lebih cepat daripada ke Puncak atau ke Bandung bukan? ☺😊


Tiba di Pantai Tanjung Lesung
Setibanya di Gerbang Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Tanjung Lesung kita belum diminta untuk tiket masuk, ternyata itu masih masuk lagi ke dalam lagi dengan kondisi jalan akses yang cukup buruk kondisinya. Cukup disayangkan kawasan wisata se-cantik ini tidak ditunjang dengan akses infrastuktur yang baik. Semoga kedepannya KEK Tanjung Lesung dapat makin berkembang dari segi infrastuktur maupun sarana penunjang lainnya.
Harga tiket masuk kawasan Tanjung Lesung per orang adalah Rp 30.000 untuk hari kerja dan Rp 50.000 untuk hari libur







 Suasana di Pantai Tanjung Lesung ini cukup damai, bersih dan menenangkan. Bibir pantainya terdapat banyak karang karang kecil yang terbawa dari dasar lautan. Deburan ombaknya tidak terlalu besar sehingga anak kecil pun bisa berenang asal tetap dengan dampingan orang tua tentunya. Perlu dicatat bahwa semakin sore akan semakin tinggi air lautnya ( pasang ) sehingga datang lebih pagi adalah pilihan yang tepat.

Perjalanan Pulang ke Jakarta
Setelah seharian melakukan banyak foto-foto, perlombaan antar karyawan dan berbincang-bincang pada pukul 16:30 kami pun bergegas kembali ke Jakarta. Perjalanan pulang lebih lama, karna bus mengisi solar di Labuan dan kembali berhenti di Anyer untuk beli oleh-oleh dan makan malam, hingga pada pukul 22:00 kami baru kembali tiba di Kalibata

Trip ke Tanjung Lesung bisa saja dilakukan dengan tanpa menginap, dengan catatan sepagi mungkin berangkat dari Jakarta untuk bisa berlama-lama di sana.

Sabtu, 16 April 2016

Backpacker singkat di Sukabumi

Untuk mengisi waktu libur panjang setelah UN dan menunggu ijazah SMK saya turun bulan depan, saya sudah merencanakan untuk berlibur singkat ke Sukabumi.



Kenapa singkat?



Karena saya hanya ingin mengunjungi kota tersebut hanya dalam sehari, bahkan kurang.





Emang ga ribet?



Pasti buat sebagian orang yang ingin praktis dan mengedepankan kenyamanan, perjalanan singkat ini tidak dianjurkan. Tapi beda halnya buat para 'backpacker' yang ingin tetap menjelajahi suatu wilayah dengan budget minim.

Banyak jalan menuju Roma, begitu juga banyak jalan menuju Sukabumi.



Bagaimana caranya?



Dari Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok kita bisa langsung naik KRL Commuter Line tujuan Bogor. Dari Bogor, kita punya dua pilihan untuk lanjut ke Sukabumi, bisa naik Kereta Pangrango atau naik Colt/L300



Lebih murah mana?



Kalo masalah harga sih relatif sama, naik Colt/L300 dari Baranang Siang (dekat Botani Square) sekitar 15-20 ribu, sedangkan naik KA Pangrango dari Stasiun Bogor Paledang (belakang Matahari/KFC Taman Topi) tarif Ekonomi 20rb untuk hari kerja, 25rb untuk akhir pekan dan tarif Eksekutif 50rb untuk hari keeja, 60rb untuk akhir pekan. Kalo menurut saya sih lebih murah naik kereta karena meski harganya sedikit lebih mahal, tapi waktu kedatangan dan waktu perjalanan yang lebih pasti membuat kereta menjadi prioritas



Seharian mau kemana aja?



Sebenarnya kita bisa mengunjungi hingga dua tempat wisata di Sukabumi jika kita menyusun itinerary yang tepat, tapi berhubung kemarin saya menyusun itinerary secara mendadak, jadinya cukup banyak waktu yang terbuang



Berikut itinerary seharian di Sukabumi

Stasiun Cisaat - Situ Gunung - Curug Sawer - Stasiun Cisaat

Atau

Stasiun Cisaat - Situ Gunung - Jalan Bhinneka - Alun Alun Kota Sukabumi - Stasiun Sukabumi



Dari Bogor Paledang naik KA Pangrango (terserah mau naik Ekonomi atau Eksekutif) paling pagi jam 8:05 dan turun saja di Cisaat (sampai jam 10:10)



Dari Stasiun Cisaat kalian ke arah barat stasiun, kalian ketemu pertigaan kecil, lalu kalian jalan kaki menuju utara melewati perkampungan warga hingga sampai di Alun Alun Kecamatan Cisaat, kalo kalian bingung menentukan arah bisa liat di Google Maps, jalan kaki sekitar 20-30 menit tergantung kecepatan kaki kalian (fyi, sinyal yang bagus di sini itu Telkomsel, Indosat, XL)



Dari Alun Alun Cisaat ada persimpangan yang cukup besar, kalian masih harus jalan lagi ke arah utara sampe nemu angkot merah yang ngetem buat menuju Situ Gunung, ongkosnya 10rb aja kok, naik angkot sekitar 30 menit, oya angkot merah ini ngetemnya ga lama kok karena penumpangnya banyak



Sampai di Gerbang Situ Gunung sekitar jam 11:30 siang, kalian harus jalan kaki lagi buat sampai di Danau Situ Gunung, fyi tiket masuk 16rb untuk hari kerja & 18rb untuk akhir pekan



Jalan kaki sekitar 20-30 menit sampai di Danaunya, di sini kalian bisa makan siang di sini karena banyak pedagang yang jual makanan dan minuman atau kalian juga bisa bawa makanan dari rumah untuk piknik sambil duduk di atas rumput beralas karpet tentunya.



Fasilitas lumayan bagus, ada toilet yang bersih dan mushola tentunya. Setelah puas menikmati pemandangan yang indah dan suasana yang menenangkan, kalian bisa lanjut menuju Curug Sawer yang memakan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam dari Danau Situ Gunung



Jika kalian ingin menuju Curug Sawer, di Danau Situ Gunung kalian gabisa lama lama, sebelum jam 1 siang kalian udah harus ke Curug Sawer.

Sampai di Curug Sawer sekitar jam 2 siang. Di sini pun kalian gabisa lama lama juga, karena kita ngejar kereta buat ke Bogor lagi, jam 14:30 kalian udah harus ke gerbang tadi. Dengan estimasi waktu jalan kaki sekitar 1,5jam, dari Curug Sawer ke Gerbang Situ Gunung, maka sekitar jam 16:00 kalian sudah di gerbang, buat ngejar kereta jam 16:30 di Stasiun Cisaat maka kalian harus naik ojek buat mempersikat waktu, kalo naik ojek sih dijamin cepat, tarifnya sekitar 20rb-30rb.



Jika kalian ga ke curug sawer, dari jam 13:00 kalian bisa ke pusat oleh oleh Mochi Kaswari di Jalan Bhinneka, naik ojek sekitar 1 jam dengan tarif sekitar 50rb-70rb. Puas beli oleh oleh, sebelum jam 15:00 kalian bisa mampir dulu ke Alun Alun Kota Sukabumi dengan angkot. Sebelum jam 16:00 kalian sudah harus pergi ke Stasiun Sukabumi buat ngejar kereta ke Bogor jam 16:20, ongkosnya sekitar 5rb - 10rb karena dekat



Itu dia tadi tips jalan jalan singkat ala backpacker di Kota Sukabumi, sebenarnya masih banyak tempay yang bisa dikunjungi kalo kalian punya waktu lebih banyak , seperti Taman Selabintana, Gunung Sunda, Pantai Pelabuhanratu